970x250

4 Hal Yang Harus Diwaspadai Investor

120*600L
468*60

Swiftsource.net – Obligasi sanggup memberi tambahan beragam faedah, mulai berasal dari bunga tetap yang besar sampai keamanan dana yang lebih kondusif daripada kendaraan investasi lainnya.

Tetapi, tidak ada upaya di dunia ini yang berisiko besar. Terhitung obligasi. Secara spesifik, ada empat risiko obligasi yang mesti diketahui investor sebelum mulai menginvestasikan dananya didalam product investasi ini.

Risiko Likuiditas

Tidak layaknya product investasi layaknya saham dan reksa dana, obligasi tidak likuid. Apa artinya itu? Jika Kamu sudah memutuskan untuk menginvestasikan dana di dalam obligasi, maka Kamu tidak akan ringan untuk menjualnya ulang ke pihak lain. Ini adalah risiko obligasi terbesar.

Pada dasarnya, obligasi dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dan tidak akan ditransfer sebelum jatuh tempo. Kala ini, udah ada obligasi ritel pemerintah yang diakui nisbi likuid dikarenakan ada Market Maker yang bertindak sebagai buyer standby-nya, jika ingin mengucurkan lebih awal.

Demikian juga, Kamu tidak akan sanggup membeli obligasi yang mirip lagi setelahnya, dikarenakan tidak akan ada untuk diperdagangkan di pasar sekunder. Artinya, Kamu tetap tidak bisa mengklik Jual atau klik beli obligasi kapan saja.

Risiko Jatuh Tempo

Sebagaimana dinyatakan di dalam poin pertama, obligasi sebenarnya tidak dibuat untuk ditransfer sebelum jatuh tempo. Oleh gara-gara itu, tiap tiap calon investor perlu mencermati peraturan product obligasi terkait:

  • Tanggal jatuh tempo (maturity date), yaitu tanggal jatuh tempo yang tercantum dalam prospektus obligasi. Tanggal jatuh tempo dapat berkisar dari 1 tahun ke depan untuk dekade yang akan datang.
  • Early redemption (pelunasan awal), yaitu tanggal ketika Anda diperbolehkan untuk melepaskan obligasi untuk diambil alih oleh pembeli siaga. Selain waktu, pemberian pencairan awal biasanya juga disertai dengan berapa nominal yang bisa dicairkan lebih awal; bisa utuh, hanya sebagian, atau lainnya.
  • Perdagangan di pasar sekunder, yaitu, apakah obligasi ini dapat diperdagangkan di bursa saham setelah periode penawaran berlalu. Jika tidak diizinkan, maka Anda tidak dapat membelinya di luar periode penawaran obligasi. Jika Anda sudah memilikinya, Anda juga hanya memiliki dua kesempatan untuk menguangkannya, yaitu saat early redemption dan saat jatuh tempo. Namun, jika perdagangan pasar sekunder diizinkan, maka Anda tidak perlu khawatir tentang kerumitannya.

Risiko Gagal Bayar

Pernahkah Kamu meminjamkan uang kepada kerabat atau teman dekat dengan asa akan dilunasi di dalam pas dekat, tapi ternyata tidak dilunasi hingga sekarang? Masalah gagal bayar utang semacam itu juga sanggup berjalan didalam investasi obligasi, walaupun pihak-pihak yang terlibat sudah mengambil beraneka tindakan pencegahan.

Risiko obligasi ini terutama berlaku untuk obligasi korporasi, kala obligasi pemerintah diakui punya standing yang “Hampir mustahil” untuk gagal bayar.

Tetapi, jika Kamu menonton sejarah ekonomi dunia, Kamu akan menemukan banyak persoalan gagal bayar pada obligasi pemerintah disertai dengan krisis dan resesi. Sebagian contohnya adalah Venezuela (2017), Argentina (2014), dan Zimbabwe (2006).

Risiko Suku Bunga

Harga obligasi berbanding terbalik dengan bunga obligasi (Bond yield). Semakin tinggi bunganya, semakin rendah harganya; sedangkan semakin rendah bunganya, semakin tinggi harganya.

Kenapa begitu? Gara-gara bunga obligasi merupakan representasi berasal dari risiko obligasi itu sendiri.

Mencermati saja, bunga obligasi negara berkembang pasti lebih besar berasal dari bunga obligasi negara maju.

Apalagi, bunga obligasi negara-negara yang berada di ambang resesi sebenarnya akan lebih tinggi. Apalagi, investor pasti enggan untuk membeli obligasi itu, agar permintaan (Demand) menurun dan kurangi harga.

Bagi calon investor obligasi pemerintah, risiko obligasi tentang bunga ini bisa diproyeksikan dengan memantau arah perubahan suku bunga acuan Bank Sentral dan juga situasi ekonomi sebuah negara.

Adapun investor obligasi korporasi potensial, pemahaman ini wajib digunakan sebagai pertimbangan ketika beroleh penawaran dengan bunga kupon yang fantastis.

Sehabis sadar keempat risiko obligasi ini, Apakah Kamu masih tertarik untuk berinvestasi? Jangan gentar.

Tidak ada risiko yang tidak mampu diatasi. Faedah investasi obligasi apalagi lebih besar.

Selama Kamu sudah melengkapi diri Kamu dengan ilmu dan pertimbangan yang cukup, maka risikonya pasti lebih rendah daripada jika Kamu segera berinvestasi tanpa ilmu dan pertimbangan apa pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.